Sekolah atau kuliah sambil bisnis?


Judulnya kebalik…seharusnya bisnis sambil kuliah/sekolah…hehe,  apapun lah.

Bagaimana caranya bisa berjalan beriringan tanpa mengganggu? Kalau benar-benar tidak mengganggu sih tidak mungkin pasti ada saatnya salah satu keganggu tapi tidak fatal, tapi saya punya tips-tips sendiri supaya kuliah dan bisnis bisa jalan bersamaan, dan inilah yang saya lakukan ketika kuliah.

Perioritas

Kewajiban seorang pelajar /seorang anak terhadap orang tuanya adalah belajar yang baik. Ingat itu baik-baik. Belajar tetap nomor wahid. Kongkow-kongkow, main, organisasi adalah setelahnya. Setelah kuliah bebas deh mau ngapain, tergantung prioritas kamu, kalau mau berbisnis berbisnis lah…

 Toleransi

Beritahukan kepada teman-teman kamu kalau kamu sedang membangun bisnis, sehingga kamu harus membagi waktu dan memanfaatkan waktu dengan efektif, terutama teman satu kelompok. Hal terpenting adalah kamu mengkomunikasikan dengan baik, tapi tidak mengada-ada juga, benar-benar memanfaatkan waktu, biasanya mereka akan mentolelir. Cara ini akan sangat efektif saat kerja kelompok berbenturan dengan aktivitas bisnis kamu, mereka akan menghargai kamu dan kamu juga harus menghargai mereka. Kalau tugas kelompok belum selesai, bertanyalah kepada teman satu kelompok kamu, tugas apa yang bisa saya selesaikan dirumah? Sukur-sukur kalau tidak ada, hehe. Tapi kalau kamu benar-benar tidak bisa ikut kerja kelompok, kamu bisa jadi editor tugas kelompok sampai di jilid (yang ini paling enak karena terima jadi sambil edit sambil pelajari isinya), atau kamu yang mencari bahan tugas (browsing saja di internet sebanyak-banyaknya), atau kamu kebagian membahas bab pembahasan, pilihlah yang mana kira-kira bisa kamu kurjakan dengan kondisi kamu saat itu.

Partner kuliah

Penting sekali kamu punya partner kuliah, yang selalu mengingatkan atau menginformasikan tentang perkuliahan, mulai bayaran SPP, jadwal UTS/UAS, kartu ujian, dkk nya deh. Minta tolonglah kepada ia, jangan lupa sesekali traktir dia, hehehe. Karena biasanya kalau udah asik bisnis tidak perhatian lagi deh sama hal-hal kecil. Saya bersyukur sekali punya banyak partner kuliah, kebayang kalau tidak ada mereka, bisa lupa bayar SPP, lupa ada kuliah pengganti, dll thanks lot sob🙂.

Saat mengerjakan skripsi juga sama, carilah partner, jangan sendiri, alasannya bisa baca artikel saya: Tahapan Menulis Skripsi (dari awal sampai akhir) dengan cepat

Tugas pribadi

Kalau tuganya dikerjakan perorang, mulailah mencicil tugas itu, tapi kalau malas bisa SKS, asal jangan sampai terlalu sering tugas terpending dikumpulin, bisa setress, karena tugas kuliah itu ga putus-putus apalagi laporan praktikum. Yang kemaren belum beres sudah datang yang baru, dan deadline semua, mungkin semaleman kamu tidak akan tidur, pengalaman saya, gpp jadi rajin Qiyamul Lail.

Tapi kalau sudah kejadian bagaimana? Segera hubungi dosen ybs, minta maaf dan beritahukan alasan kamu, dan berjanjilah untuk mengumpulkan hari ini, jam sekian. Paling dimarahin, ia-in aja, lagian jarang dosen yang langsung memeriksa semua tugas mahasiswanya beres dalam 1hari. Ingat jangan menunda untuk memberitahukan kalau kamu telat mengumpulkan tugasnya dan tersenyumlah.

Manfaatkan apa yang ada.

Biasanya setiap mata kuliah ada batas minimal kehadiran 80%. Pergunakan, jangan disiasiakan, tapi pergunakan dengan bijak. Peraturan inilah yang sangat menolong, hehehe.

Catatan kuliah

Sebisa mungkin kamu yang mencatat hasil pembelajaran kamu di kelas. Saya lebih senang membaca tulisan saya sendiri, meskipun berantakan dan hanya saya yang mengerti tulisannya tapi itu lebih baik daripada fotocopy tulisan orang lain.

Belajar Mandiri

Usahakanlah belajar madiri, tapi ini tergantung gaya belajar yang kamu suka. Bagi saya belajar sendiri (mereview) itu lebih menyenangkan, karena saya bisa setting kecepatan daya ingat saya, setting mood saya sendiri, setting waktu belajar (sebelum tidur/sesudah tidur) sendiri tanpa tergantung orang lain, setting suasana (mau ada cemilan, pake musik, atau belajar di tempat rame). Tidak menutup kemungkinan belajar kelompok, biasanya kalau belajar kelompok saya lakukan kalau saya sudah belajar sendiri sebelumnya, jadi tinggal diskusi yang tidak/kurang dimengerti.

 Profesional

Saat kamu kuliah belajarlah sebaik-baiknya, serap sebanyak mungkin ilmu, kalau bisa kamu menghapal dan memahaminya saat itu juga. Sebaliknya juga begitu, jika sedang berbisnis jangan bawa-bawa tugas kuliah, konyol, kecuali urgen. Inilah yang membantu saya, belajar saat dikelas, cuma itu saja tempat belajar saya yang paling efektif.

Pernah suatu hari bunda saya nanya, kamu belajarnya kapan nak? Kok nilai kamu bisa bagus, padahal kamu suka pulang malam? Tapi syukurlah tidak ada nada curiga kalau saya mencontek, artinya bunda percaya dengan saya, dan saya masih bisa menjaga kepercayaan itu, memang saya bukan orang yang suka mencotek saya tidak mau membohongi ortu saya, atau mengotori ijazah (yang dijadikan kunci untuk melamar pekerjaan, meskipun tidak terpakai) dengan hal-hal seperti itu. Kalau tidak bisa menjawab ya dikosongin aja. Kalau nilainya C-pun tidak saya ulang, jadi yang diijazah adalah hasil perjuangan saya, eh ada yang saya ulang 1 matkul nilainya D, wedeew ga indah banget, terpaksa di ulang deh.

Petugas kampus

Jalinlah hubungan dengan mereka, karena mereka akan memudahkan urusan kamu. Karyawan TU, cleaning service, penjaga perpus, satpam. Terkadang saya suka ngobrol, minta doa dan membelikan sesuatu untuk mereka, karena kalau kita butuh sesuatu yang penting mereka akan menolog dengan sendirinya atau kamu bisa mendelegasikan ke mereka, right? Kebayang 4 tahun (atau lebih) kuliah tidak akrab dengan petugas kuliah.

Taat aturan

Ikuti semua aturan dan kurikulumnya. Tidak perlu cuti, buang-buang waktu saja. Tidak perlu banyak tanya, banyak protes, taatin aja yang penting lulus hee.

Sabar

Seringkali gerah dengan aktivitas perkuliahan yang selalu menuntut, belum lagi godaan teman-teman untuk nonton, ngobrol kurang penting, makan bareng, godaan paling berat buat saya adalah rapat. Ingat prioritas! Bersabarlah, saatnya akan datang. Meski berat tolaklah dengan baik.

Well itulah yang saya lakukan, dan saya rasakan sangat membantu, grup saya juga saya arahkan seperti itu.

Sebenarnya tidak ada mahasiswa yang sibuk, yang ada tidak bisa memanage waktu dan mengoptimalkan potensi disekitarnya, think smart🙂

2 pemikiran pada “Sekolah atau kuliah sambil bisnis?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s