Investasi Kesehatan [sesi 1]


Bagi kamu sehat MODAL atau TUJUAN?

Apapun jawaban kamu adalah benar. Sehat merupakan awal untuk semuanya. Jadi sehat adalah modal.

Dalam bisnis modal harus dicari dan dimaintence.

Namun pemasalahannya modal sehat dari Allah itu gratis, jadi banyak orang yang kurang menghargai/mensyukuri kesehatan yang sudah diberikan Allah, akhirnya kita tidak mengelola modal (kesehatan) dengan baik.

Jika kita tidak bisa mengelolanya, kesehatan yang tadinya gratis jadi bayar. Contohnya, biasanya oksigen gratis, karena kita tidak bisa memaintence kesehatan jadi oksigen yang kita hidup harus bayar. Di rumah sakit memakai oksigen bayar per jamnya Rp 15.000.

Pilih sehat atau kaya?

Ada seorang bapak, dia ini sangat sukses dari segi materi, semua harta punya, anak cantik dan tampan, istrinya cantik, rumah dan kendaraan terbaikpun punya, tapi dia sudah stroke 15 tahun, jadi semuanya mubadzir.

Ada bapak yang lainnya, beliau sehat sekali, badannya kekar, six pack, tapi permasalahnnya dia pusing besok keluarganya mau makan apa, SPP anak nya nunggak.

Jadi kalau ditanya pilih sehat atau kaya? Pilihlah dua-duanya.

Biasanya anak-anak muda perioritasnya kerja, cari uang kemana-mana, dan biasanya menyeplekan kesehatan, tidak pernah investasi kesehatan.

Usia muda mencari materi mengabaikan kesehtan, usia tua menghabiskan materi yang sudah ia kumpulkan untuk kesehatan.

Siapa yang merasa sehat? Ngacung…

Menurut polling WHO 5% dari populasi benar-benar sehat, 20% benar-benar sakit. Sisanya (75% populasi) dikategorikan  sehat bermasalah, ciri-ciri kegemukan, rambut rontok, sering BAB atau BAK, penuruan fungsi seksual, sensitif, sulit tidur atau sulit bangun, sering gugup, sulit konsentrasi, mudah lelah.

Ternyata sebagian besar penyakit disebabkan oleh toksin.

Berdasarkan sumbernya, toksin dibagi menjadi 2 jenis:

  1. Racun internal, dihasilkan oleh tubuh. Contoh purin, asam urat, kolestrol, sel-sel mati (darah, biasanya tubuh bisa membuangnya secara otomatis). Tapi jumlahnya tidak terlalu banyak, dibandingkan racun eksternal.
  2. Racun eksternal, berasal dari luar tubuh,sebenarnya bs di kontrol. Contoh makanan,makana yang banyak racun, bukan nutrisinya yang banyak, misal jumlah makanan yg terlalu banyak, akan menjadi beban yang akhirnya menjadi tumpukan sampah, kemudian akan menjadi racun. Pemilihan makanan yang salah, contoh penyedap, sebenarnya makanan itu sudah membawa garamnya itu sendri, jadi tidak perlu di tambahkan, ini hanya masalah kebiasaan. Hindari kebiasaan yang buruk, suatu saat kamu harus berhenti makanan manis/asin yang berlebihan, karen dalam tubuh sudah terlalu banyak.
  • Gorengan, minyak yang sudah di pake berkali-kali.
  • Pewarna, pewarna yang bukan untuk makanan, pengawet pedagang tidak mau rugi, jadi jika tidak laku diawetin.
  • Pengolahan makanan yang terlalu banyak dan lama, akibatnya nutrisinya  hilang, semakin sedikit prosesnya semakin baik.
  • Logam berat, buah yang busuk, bagian busuk di makan padahal tidak tahu hifa/racunnya sudah sampai mana.

Sebenernya kita tidak perlu suplemen, sudah cukup dari yang kita makan.

Saya (dr. Anita) kurang sependapat, kecuali kalau kita sudah benar-benar bisa memastikan bahwa yang kita makan bebas dari suntikan hormone, air bebas polusi.

Ahli gizi Jepang meneliti beras putih yang kita makan sebnarnya ampas, karen pengolahan yang panjang akibatnya nutrisinya hilang, lebih baik makan beras merah, karena masih lengkap vitaminnya.

Coba lihat orang yang menyiram pestisida, pakaiannya benar-benar tertutup karena bersifat toksik untuk manusia, tapi kita memakan hasil tanamannya.

You are what you eat.

  • Akibat penggunaan pupuk kimia dapat menurunkan kualitas sayur-sayuran. Zat besi sayur bayam tahun 19950 13 mg sedangkan tahun 2000 turun jadi 2 mg.
  • Ancaman racun dari minuman. Pilih minuma pucat/berwarna? Kemasannya dari  plastik/kaleng? kita tidak tau apakah air telah terkontaminasi oleh zat-zat dari plastik, kalau plastik terkena panas akan mengeluarkan zat karsinogenik, penyebab kanker.
  • Pengawet & Pemanis. Soft drink mengandung CO2. Padahal kalau nafas CO2 di buang, tapi kok malah diminum? Soft drink sudah jadi life style, kl bertamu lebih seneng dikasih air bersoda. Padahal selain kadar gula tinggi, CO2nya juga tinggi. Kalau mau irit minum aja di depan kenalpot, hehehee. Ada cerita sebuah lomba banayak-banyakan minum bersoda, akhirnya pemenangnya  meninggal.
  • Polusi/radikal bebas. Radikal bebas adalah senyawa hasil pembaakaran yang tidak sempurna dan tidak stabil. Sumber: sampah, rokok, AC, tidak bisa menjamin apakah di AC kita tidak ada bakteri yang berbahaya. 1x hisap roko=investasi penyakit.
  • Air yang di pake. Air banyak mengandung floride atau clorin (sebagai pembersih). Dahulu floride idsangka bisa menguatkan tulang dan gigi, tapi akhir-akhir ini floride zat yang berbahaya lebih  berat dari timbal. Bisa menyebabkan kanker, penurunan IQ. Tempat penyimpanan air ada kerak. Bisa terjadi pada tubuh kita.
  • Lingkungan. Toksin dalam rumah lebih banyak daripada di luar rumah. Contoh aerosol/semprot-semprotan merupakan perusak ozon. Detergen, laundry, cat, wipol, kamar mandi dalam kamar (sumber toksin, apa yang dikeluarkan dihirup lagi malamnya.
  • Obat. Obat dapat membunuh bakteri jahat, tapi bakteri baik juga mati.
  • Stress. Penyumbang akumulasi racun terbesar. Apalagi kalau stress lari ke banyak rokok, mabuk. Apalagi insomnia. stress ada seretonin dlm tubuh,berperan dalam org-orang yang sakit jiwa, serotoninnya banyak.
  • Radiasi, bukan hanya dari bom, berdasarkan hasil viena roselution radiasi (1998) dari HP memanaskan otak dan kulit, kanker, getah bening, tekanan darah tidak terkontrol, ibu hamil, perubahan gen. Zaman sekarang sulit sekali untuk menghindar dr HP, TV, komputer.

Banyak ancaman yang mengganggu, tidak cukup dari nutrisi makanan, butuh suplemen tambahan.

Pola hidup sehari-hari yang tidak sehat:

Pagi-pagi make up, dapat memasukan racun dari kulit. Sarapan tidak sehat, pake AC di kendaraan/kantor, teman merokok. Makan siang bakso, wahh sudah ada lemak, borak, pengawet, sering dipanasi, tidak jelas dagingnya. Minum teh botol, udah ada pemanis, pewarna, perasa, dll. Makan malam, semestinya saat mau tidur kerja usus tidak boleh berat bisa tidak tercerna akibatnya jadi samapah, kemudian racun, sebaiknya makan malam tidak boleh lebih pk.19. Kalau  lapar makan buah saja.

 

1001 macam racun dalam tubuh setiap hari, akibatnya beban  terlalau berat, penuaan dini, kelelahan, asam urat, kolesterol, darah tinggi, jika diakumulasi terus maka akan sakit. Jika kita sakit bukan kita saja yang sakit tapi keuangan juga sakit, keluarga sakit, anak tidak terurus, istri/suami tidak terurus.

Jadi sehat adalah visi. Visi adalah sesuatu yang tidak terlihat sekarang, tapi visi itu diperlukan 1-15 tahun kedepan.

Sebenarnya kita bisa mencicil untuk sehat, tapi banyak orang yang mencicil untuk sakit, “Aaahh saya ngeroko baik-baik aja tuh!”, “saya makan mie masih tetap sehat-sehat saja tuh!”.

Mengubah pola hidup sehat dan makan makanan berkualitas atau suplemen berkualitas adalah investasi yang baik.

by dr. Anita Kartikasari (spesialis anak)

ditulis ulang oleh Nesyia Hanifa

Coming soon: Investasi kesehatan sesi 2 [solusi].

2 pemikiran pada “Investasi Kesehatan [sesi 1]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s