Dakwah???


Apa yang ada di dalam benakmu ketika mendengar kata dakwah?

  • Menyeru kepada Allah
  • Amar ma’ruf nahi munkar
  • Fastabikul khairat
  • Mengajak kepada kebaikan

Yap, semuanya benar. Ada juga loh yang menganggap dakwah itu kegiatan ustad, kegiatan yang membosankan, ceramah, kegiatan berat hanya orang-orang soleh bahkan suci yang biasanya melakukan dakwah. Kalau yang ini saya juga setuju, dulu saya berpikir seperti itulah dakwah, itu bukan pekerjaan saya, dakwah adalah pekerjaan para alim ulama. Sejalan bertambahnya usia semakin saya memahami dakwah. Yaa memang pemahaman saya masih sederhana mengenai dakwah, jadi saya tidak bermaksud menggurui kamu, tapi saya mau share tentang dakawah itu sendiri. Semoga kamu bisa memahaminya tanpa ribet.

Ketika sesorang ditanya tentang dakwah responnya berbeda-beda:

  • Ada yang mengatakan tidak tahu, orang tipe ini banyak sekali, seperti saya dulu, dan orang seperti ini berpotensi besar untuk dikenali dengan dakwah.
  • Ada yang tahu tapi membenci, orang-orang seperti ini bisa jadi cerminan untuk kita agar terus memperbaiki kinerja dakwah, sehingga dakwah akan menjadi terkontrol.
  • Ada yang tahu tapi acuh tak acuh. Biasanya ini dikalangana anak muda sekarang, tapi orang seperti ini masih bisa didekati.
  • Ada yang tahu dan simpati tapi tidak mendukung, ada yang tahu, simpati, mendukung tapi tidak bergabung dalam dakwah.
  • Dan yang terakhir ada orang/kelompok yang mendukung dan bergabung.

Naaah sekarang posisi kamu ada dimana?

Posisi manapun kamu don’t worry kamu masih berperan dalam dakwah ini, semoga setelah membaca tulisan ini wawasan kamu jadi bertambah dan pemahaman kamu berubah akhirnya tindakan kamu berubah juga, kita bertumbuh sama-sama.

Sebelumnya mari kita samakan persepsi tentang dakwah.

Kebanyakan orang menganggap bahwa orang yang berdakwah (da’i) adalah orang yang suci bebas dari dosa, da’i juga manusia yang tidak luput dari khilaf dan dosa. Ada yang beralasan tidak mau berdakwah karena mereka berpikir saya belum siap, takut tidak konsisten antara perkataan dengan tindakan, seperti dalam Q.S Ash-shaf:3. Kalau kayak begini berabe juga ya…begini readers, kewajiban berdakwah dengan menjalankan berbagai kewajiban yang lain adalah 2 hal yang berbeda. Misalkan begini, ada orang yang solatnya masih bolong-bolong, tapi ia menasehati temannya yang suka berjudi dengan penuh keikhlasan, maka orang tersebut akan mendapat pahala dari nasihat yang diberikannya, meskipun solatnya masih bolong-bolong. Ancaman dosa besar dalam Q.S Ash-shaf:3 adalah bagi orang yang mengucapkan sesuatu tapi ia sendiri tidak menjalankannya.  Misal ada orang tua yang menyuruh anaknya solat, tapi ia sendiri tidak solat. Yang namanya berdakwah itu minimal kita mengingatkan atau mengajak kepada kebenaran.

Jika semua orang mau berdakwah jika tidak memiliki dosa atau minimal sudah sedikit alim, maka tidak akan ada dakwah itu. Justru dengan berdakwah akan meminimalisir kita untuk melakukan perbuaan dosa dan membantu kita untuk menjadi orang yang ‘alim/soleh.

Jadi sebenarnya dakwah itu tidak melihat latar belakang, siapapun kita wajib untuk berdakwah, maaf, sebejat apapun kita tetap harus berdakwah.

“Ok, saya mengerti, tapi saya belum bisa berdakwah karena ilmu agama saya masih cetek.”

Menurut ustadz Fathi Yakan dalam bukunya Kaifa Nad’u an-Naas, untuk bisa melakukan dakwah sebenarnya cukup sderhana. Seorang jika pemahaman mengenai Islam telah memadai dan mampu mengungkapkan apa yang ia pahami dengan jelas, maka ia mempunyai bekal untuk melangkahkan kakinya sebagai da’i. Tuh kan sederhana? Tidak sseperti yang kamu bayangkan, tidaklah perlu menjadi sempurna untuk menjadi da’i. Namun demikian dalam buku ES. Soepriyadi Tips dan Trik Dakwah Fardiyah ada 3 syarat yang harus dipenuhi, yaitu

  • Mengetahui batasan ilmu yang dimiliki
  • Kesesuaian antara perilaku dengan prinsip yang diyakini.
  • Selalu menambah wawasan keislaman dan berbagai ilmu yang berhubungan dengan islam.

Dan yang terpenting dari semua itu adalah memulai dan jangan pernah menunggu untuk malakukan dakwah.

Wajibkah berdakwah untuk semua muslim?

  • Fardhu kifayah dalam bentuk jamaah

“Hendaklah ada segolongan dari kamu sekelompok orang menyeru kepada kebaikan, memerintahkan hal yang ma’ruf dan mencegah kemungkaran” QS. Ali-‘Imran:104

  • Fardhu ‘ain secara individu jika mennemukan kemungkaran.

“Demi masa sesungguhnya manusia dalam keadaan rugi. Kecuali orang-orang yang beriman, beramal shaleh dan saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran.” QS. Al-‘Ashr:1-3.

Sabda rasulullah saw

“Siapapun diantara kamu yang mengetahui kemungkaran, maka hendaklah ia mengubah dengan tangannya, jika ia tidak mampu maka ubahlah dengan lisan, jika tidak mampu maka ubahlah dengan hati, dan itu adalah selemah-lemah iman.” (HR. Muslim)

“Sampaikanlah apa-apa yang datang dariku meskipun hanya satu ayat.” (HR. Bukhari).

Apa keuntungan saya jika berdakwah?

  • Seorang da’i menjadi golongan manusia yang terbaik.

“Engkau adalah sebaik-baik manusiayang dikeluarkan untuk manusiauntuk memerintahkan yang ma’ruf dan mencegah kemungkaran,” (QS. ali-imran:110)

  • Dakwah adalah ucapan (perbuatan/profesi) yang paling baik.

“Dan siapakah yang lebih baik ucapannya daripada orang yang mengajak kepada Allah…” (QS. fushshilat:33).

  • Kemuliaan tersebut juga karena dakwah merupakan profesi para nabi dan rasul:

“Dan tidaklah kami mengutus para utusan (rasul) kecuuali mereka sebagai pemberi kabar gembira dan ancaman.” (QS. al an’am:48)

“Tidaklah rasul-rasul itu kecuali penyamai (da’i) yang jelas.” (QS. An nuur:54)

  • Pahala dakwah sangat besar

“Hendaklah ada segolongan dari kamu sekelompok orang menyeru kepada kebaikan , memerintahkan hal yang ma’ruf dan mencegah kemungkaran dan merekalah orang-orang yang beruntung. (QS. An-Nisaa’: 104)

Sabda Rasulullah saw:

“Jika Allah memberikan hidayahkepada seseorang (melalui perantara kamu, dengan dakwah kamu kepadanya) maka engkau akan mendapatkan pahala yang lebih baik daripada dunia seisinya.” (HR. Bukhari).

Apa yang akan terjadi jika ada yang tidak mau berdakwah?

Orang-orang yang tidak mau menunaikan dakwah, padahal ia mampu maka diancam oleh Allah dengan siksaan yang pedih baik di dunia maupun akhirat.

“Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan (tidak mau mendakwahkan) apa yang telah diturunkan oleh Allah, dari kitab, dan menjualnya dengan harga yang murah. Maka pada dasarnya apa yag dimakan diperutnya hanyalah api, dan pada hari kiamat ia tidak akan diajak berbicara oleh Allah dan tidak akan disucikan. Bagi mereka adalah azab yang pedih.” (QS Al Baqarah: 174).

Rasulullah saw bersabda:

Dari Jarir Ibnu Abdullah ra, ia berkata: “Saya telah mendengar Rasulullah saw, bersabda:’Tidaklah seorang laki-laki berada ditengah-tengah suatu kaum yang mengerjakan maksiat dan dia mampu untuk mencegahnya , namun tidak ia cegah maka Allah yang kan menimpakan azab kepadanya sebelum ia meninggal.” (HR. Abu Daud).

Bagaimana cara berdakwah yang dicontohkan oleh Rasulullah saw?

  • Dengan Hikmah dan nasihat yang baik

“Serulah manusia kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan nasihat yang baik serta bantahlah mereka dengan bantahan yang baik.” (QS. An-Nahal: 125).

  • Dengan bahasa yang bisa dipahami

“Tidaklah kami utus seorang rasul kecuali dengan lisan (bahasa) kaumnya sendiri untuk menjelaskan kepada mereka.” (QS. Ibrahim: 4).

  • Sesuai dengan taraf kemampuan masyarakat

“Hadapilah manusia sesuai dengan kemampuan otaknya.” (HR. Khoitsamah).

  • Jika harus membantah maka bantahlah dengan cara sebaikl mungkin

“Serulah manusia kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan nasihat yang baik serta bantahlah mereka dengan bantahan yag baik.” (QS. An-Nahl: 125).

  • Lemah lembut

“Disebabkan karena rahmat dari Allahlah kamu bersikap lemah lembut terhadap mereka. Andai kamu kasar dan keras hati tentulah nareka akan menghindarimu, maka maafkan dan mintakanlah mereka ampunan, serta bermusyawaralah kamu dalam berbagai urusan. Lalu apabila kamu telah berazam, maka tawakallah kepada Allah.” (QS Ali Imran: 159).

  • Pemaaf

“Disebabkan kaena rahmat dari Allahlah kamu bersikap lemah lembut terhadap mereka. Andai kamu kasar dan keras hati tentulah mereka akan menghindarimu maka maafkan danmintakanlah mereka ampunan.” (QS Ali Imran” 159).

  • Membalas perbuatan buruk dengan kebaikan

“Dan tidaklah semua kebaikan dan keburukan, balaslah keburukan (sikapp buruk) dengan cara   yang baik. Maka tiba-tiba orang-orang yang antara kamu dan antara dia ada permusuhan seolah-oalh telah menjadi teman yang amat setia.” (QS Fushshilat:34).

  • Tidak mencerca

“Dan janganlah kamu memaki atau mencerca sesembahan yang mereks sembah selain Allah, karena mereka nanti akan mencerca Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan.” (QS Al An’am:108)

  • Menggunakan perumpamaan (analog)

Analog merupakan sarana dakwah yang cukup efektif. Penggunaan analog ini pernah dicontohkan oleh Nabi Ibrahim ketika mengahdapi Raja Namruz. Dalam Al Quran juga terdapat banyak perumapamaan seperti dalam surat Az Zumar: 27, An Nur: 35-40, Al Baqarah: 261.

Rasulullah juga sering menggunaka metode ini, salah satu contoh ketika beliau ditanya tentang hutang puasa, maka beliau menganalogikan dengan hutang antara manusia.

  • Menggunakan fakta (sejarah)

Al Quran banyak sekali memuat berbagai kisah (sejarah), yang dalam pengungkapannya Allah selalu menambahkan bahwa dalam kisah tersebut terdapat ibrah.

Firman Allah:

“Maka ceritakanlah salah satu cerita (sejarah) semoga mereka berpikir.” (QS Al A’raf: 176).

Adapun batasan-batasan dalam dakwah:

  • Tidak memaksa

Firman Allah:

“Tidak ada paksaan dalam agama.” (QS Al Baqarah: 256)

  • Tidak ta’ashub

Sabda Rasululah:

“Tidaklah golongan kami orang yang berdakwah kepada fanatisme (kelompok), tidaklah golonganku orang yang berperang dalam fanatisme, tidaklah golonganku orang yang mati dalam kefanatikan.” (HR Abu Daud).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s