Pusat Kecerdasan dan Teknik Aktivasinya dalam Persfektif Al-Qur`an


Oleh: Ustadz Iir Abdul Haris

Ditulis ulang oleh Mirra Nurhayati

Struktur Pusat dan Fungsi Kecerdasan Qur`ani

Al-Qur`an memiliki 5 fungsi yang dapat mempengaruhi kecerdasan seseorang atau disebut fungsi-fungsi inteleksi dalam Al-Qur`an, yaitu:

1. Fungsi F-Q-H (Faqih)

Dalam Al-Qur`an lapad yafqohu dipergunakan untuk menunjukkan kemampuan menangkap pesan yang diterima melalui indra pendengaran (berupa informasi dalam mode qaul atau hadist, maupun melalui indra penglihatan seperti menangkap pesan dalam suatu tanda (ayat). Melalui proses f-q-h ini, pesan dapat ditangkap secara tepat sesuai dengan maksud pemberi pesan.

2. Fungsi D-B-R (Dabbur)

Akar kata d-b-r (dabbur) berarti belakang (ujung/akhir). Dalam bentuk transitif dapat berarti pengendalian atau pengaturan. Sebagai suatu proses berpikir, tadabbur berarti upaya intelektif untuk memahami nilai atau tatanan yang berada di balik sesuatu yang diamati atau yang dibaca.

3. Fungsi `A-L-M (Ilmu)

Ilm adalah pengetahuan tentang sesuatu sebagaimana adanya (objektif/hakikiyyah) sehingga menimbulkan keyakinan dalam jiwa. Dapat dikatakan, meng-ilm adalah mengetahui secara faktual (ketepatan dalam waktu dan cara) serta objektif (ketepatan suatu hal). Dengan proses meng-ilm jiwa menjadi tahu sesuatu yang sebelumnya tidak tahu. Secara psikologis, tingkat kepastian kebenaran pengetahuan ini akan menimbulkan kondisi dan keyakinan bagi subjek yang membaca.

4. Fungsi `A-Q-L

Akar kata `aql secara leksikal berarti ikatan atau mengikat sesuatu menjadi padu. Sebagai salah satu fungsi inteleksi, meng-aql meruapakan suatu proses mengikat fenomena/peristiwa/pengalaman indrawi dalam suatu kesadaran, menalisimpulkan keseluruhannya sebagai suatu tanda (ayat) dari keberadaan Allah. Dalam meng-aql sesuatu sangat dimungkinkan bekerja fungsi-fungsi inteleksi lain diantaranya tadabbur dan tafakkur.

5. Fungsi F-K-R

Dalam Al-Qur`an lapad yatafakkaru dipergunakan untuk menunjukkan suatu proses dan mekanisme mental untuk menemukan nilai, hukum, atau prinsip yang terdapat dalam suatu unit informasi atau fenomena seperti peristiwa alam, gejala psikologi, dan fenomena penciptaan lainnya sebagai suatu manifestasi dari ayat atau tanda dari kebenaran wujud Allah.

6. Fungsi D-K-R

D-k-r secara negatif diartikan tidak lupa. Dapat dipadankan dengan ‘ingat atau sadar”. Mengingat dan menjadi ingat merupakan arti yang tepat untuk kata dzikr dan yatadzakkaru yang sering ditemukan dalam Al-Qur`an. Kata tersebut menunjukkan suatu aktifitas intelektual sebagai suatu upaya penemuan kesadaran dan ingatan mengenai jati diri yang biasanya distimulasi oleh sesuatu di luar dirinya. Dalam Al-Qur`an ingatan jati diri berhubungan langsung dengan keadaran atas keberadaan Allah yang menjadi prasyarat keadaran atas eksistensi diri yang berkaitan dengan status, fungsi, dan peran yang diemban sebagai hamba Allah.

Dalam bahasa sehari-hari mengingat sesuatu ditunjukkan dengan menyebutkan sesuatu yang diingat. Sehingga kata dzakara seringkali diterjemahkan secara lisan, meskipun dalam pengertian aslinya adalah mengingat jiwa.

Kelima fungsi inteleksi Al-Qur`an di atas dapat mempengaruhi kecerdasan seseorang yang membaca Al-Quran. Kelima fungsi tersebut dapat diterima oleh tubuh atau jiwa seseorang dengan menggunakan instrumen (alat) dalam dirinya untuk menerima fungsi inteleksi di atas.  Tiga instrumen (alat) utama yang dapat menerima fungsi inteleksi di atas yaitu:

  1. Qalb (Qulub)
  2. Af`idah/fuad
  3. Albab

Ketiga kata di atas memiliki pengertian tunggal (hati) sebagai instrument (alat) inteleksi, tetapi ketiga kata di atas memiliki derajat fungsi yang berbeda.

1. Instrumen Af`idah/Fuad

  • Dalam kamus lisan al-arab, lapad af`idah/fuad berakar dari lapad fa`ada yang berarti memotong daging atau roti untuk dipanggang dalam api. Lapad turunannya membentuk arti sebagai tempat pembakaran, potongan roti atau daging yang dibakar, atau kayu pemompa panas pada tanur.
  • Af`idah/fuad meruapakan sinonim dari qalb (sebagian ada yang menyatakan cangkang qalb, sedangkan qalb adalah bijinya). Ada juga yang memandang qalb dalam gambaran sifat material dari qalb sebagai gumplan daging panas (hangat) dan memiliki fungsi dasar. Gambaran ini selaras untuk menggambarkan qalb sebagai instrumen organik berupa jantung (heart) yang bertempat di dada, bukan hati (liver) yang berada di bagian atas abdomen (lambung bagian atas).
  • Af`idah/fuad memiliki kondisi-kondisi yang digambarkan Al-Qur`an yaitu, sebagai sesuatu yang dapat dibolak-balik, sesuatu yang diteguhkan, sesuatu yang memiliki kecenderungan, yang kososng/goyah, dan sesuatu yang disentuh api.
  • Dengan demikian af`idah/fuad memiliki pengertian yang lebih sempit dan gambaran kondisi yang lebih terbatas dibandingkan kata qalb/qulub. Af`idah/fuad merujuk pada fungsi indera pendengaran dan penglihatan, serta fungsi inteleksi yang mendasar yaitu meng-ilm (pada tingkat yang lebih rendah)

2. Instrumen Qalb/Qulub

  • Dalam al-Qur`an, instrumen al-qulub/al-qalb melakukan inteleksi ya`qilu (QS 22: 46), inteleksi yatadabbur (QS 47: 24), inteleksi yafqahu (QS 7:179), inteleksi ya`lamu (QS 9: 93, 30:59), dan inteleksi yatadzakkaru (QS 50:37).
  • Dalam melakukan fungsi inteleksi ya`qilu, qalb melakukan bersama dengan fungsi pendengaran dari telinga dan fungsi penglihatan dari qalb (bukan mata). Dalam fungsi inteleksi yafqahu, qalb melakukan bersama fungsi pendengaran dari telinga dan penglihatan dari mata. Sedangkan dalam fungsi inteleksi ya`lamu, yatadabbur, yatadzakkaru, qalb lebih cenderung melakukan secara tersendiri tanpa disertai fungsi indera lainnya.
  • Sebagai sebuah instrumen al-qalb/al-qulub memeiliki beberapa karakteristik bawaan (sebagaimana yang digambarkan dalam Al-Qur`an), yaitu yang beriman, yang tenang dan tunduk, yang khusyu, keras/buruk, bergetar karena keagungan, yang menolak/enggan, yang ragu, sakit, lalai, yang berdosa, yang mengingkari, tenang, takwa, buta, yang bersengaja, gelisah, hati yang dilunakan, panas/kecewa, gentar, kesombongan, yang hancur/lenyap, tertutup, dan selamat.
  • Di samping memiliki krakter bawaan, qalb juga memiliki karakteristik yang didapatkan dari luar sebagai akibat prakondisi tertentu, diantaranya diteguhkan, diberi ketenangan, dikunci, yang dipalingkan, yang dilanda ketakutan, yang dilalaikan, disisipi watak kekafiran, dijadikan lembut, kasih, dijadikan rasa penyesalan, yang disucikan, dan yang diuji.
  • Hal penting, di samping fungsi dan karakteristiknya, di dalam Al-Qur`an qalbu dinyatakan sebagai tempat bersemayam keimanan (QS 58: 22) dan yang diberi petunjuk (QS 64: 11).

3. Instrumen Albab

  • Albab adalah bentuk jamak dari lubb yang artinya intisari sesuatu. Para ahli tafsir memadankannya dengan al-uqul. Ulul albab adalah ashab al-uqul yang tulus atau bersih dari wahm dan kelaliman mengikuti hawa nafsu.
  • Lubb/albab merupakan padanan lain dari qulb/qulub yang telah mampu menyerap ibarat dan mengambil peng-ingat-an (tadzakkur). Jadi proses inteleksi tadazakkur dapat berhasil dilakukan seseorang yang mencapai kualifikasi al qulub al khalishah.
  • Dalam Al-Qur`an, ulul albab memiliki kualifikasi pribadi dan spiritual khusus, dianataranya:
  1. Senantiasa mengingat Allah dalam berbagai keadaan dan mentafakkuri penciptaan langit dan bumi (QS 3: 190-191).
  2. Senantiasa memenuhi perjanjian Allah dan tidak membatalkannya, menghubungkan sesuatu yang diperintahkan Allah untuk dihubungkan, senantiasa takut kepada Rabb-nya dan buruknya perhitungan, sabar dalam menginginkan keilmuan dari Rabb-nya, senantiasa mmenegakkan shalat, mengeluarkan sebagain harta yang dimilikinya secara sembunyi atau terbuka, dan senantiasa mencegah perbuatan buruk dengan melakukan perbuatan baik (QS 13: 19-22).
  3. Senantiasa menjauhi penyembahan thagut dan bertaubat kepada-Nya serta senantiasa mendengarkan seruan Al-Qur`an dan mengambil yang terbaik darinya (QS. 39: 17-18).
  4. Orang beriman senantiasa mengikuti jejak Rasulullah (QS. 65: 10-11).
  • Kualifikasi Ulul albab di atas merupakan syarat pertama yang harus dimilki seseorang yang menghendaki pengenalan jati diri secara untuh sehingga mampu mengetahui status keberadaan, peran, fungsi agung dirinya di hadapan Rabb al-Alamin.

Satu pemikiran pada “Pusat Kecerdasan dan Teknik Aktivasinya dalam Persfektif Al-Qur`an

  1. Dalam buku yang kubaca (Laduni Quotient; Model Kecerdasan Masa Depan), kecerdasan Qur’ani harus melibatkan 7 level hati: dzauq, shadr, fuad, bashirah, lubb, qalb dan aql.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s