PENGARUH AL-QUR`AN TERHADAP PERUBAHAN PERILAKU DAN KECERDASAN


Oleh: Ustadz Iskandar Mirza

Ditulis ulang oleh Mirra Nurhayati

Modernisasi yang ditandai dengan kehidupan serba instan dan kemakmuran, ternyata tidak berhasil mengantarkan manusia mencapai kebahagian yang hakiki. Justru di tengah dunia modern ini, semakin terasa kegelisahan, jiwa manusia nampak gersang padahal mereka hidup dalam keberlimpahan dan kemewahan dunia.

Menurut Capra dalam bukunya “The Turning Point…” di abad 21 ini manusia berada dalam suatu krisis global yang serius, suatu krisis yang sangat kompleks dan multidimensional yang menyentuh semua aspek kehidupan seperti kesehatan, financial, kualitas lingkungan, hubungan sosial, ekonomi teknologi, dan lainnya. Termasuk krisis intelektual dan spiritual yang diduga belum pernah terjadi pada masa sebelumnya dalam catatan sejarah ummat manusia, bahkan lebih hebat dari masa jahiliyah kuno.

Sesungguhnya generasi bangasa ini sedang menghadapi sebuah Era Kehancuran yang luar biasa. Hasil survey menyatakan, telah terjadi apa yang disebut Kerusakan Otak Pemanen (kerusakan pada Frontal Lobe) pada generasi penerus bangsa ini. Hal ini dibuktikan dengan lumpuhnya moral generasi akibat asupan gizi buruk berupa tontonan, berita infotaiment, dan gambar-gambar vulgar yang tak dibendung.

Seperti di ataskah kondisi mayoritas ummat Islam pada saat ini? Mengapa semua masalah di atas dapat terjadi? Apa yang menjadi penyebab utama, terjadinya permasalahan di atas?

Permasalahan di atas dapat terjadi karena ummat Islam pada saat ini, jauh dan semakin dijauhkan dari Al-Qur`an.

Al-Qur`an: Mu`Jizat Abadi Sepanjang Zaman

Ada pertanyaan yang sepatutnya ditanyakan oleh ummat pada saat ini, “mengapa hanya Al-Qur`an yang masih disisakan Allah SWT dari sekian banyak mu`jizat nabi lainnya? Ada apa di balik tersisanya Al-Qur`an sampai akhir zaman? Mengapa ummat Islam yang memiliki pedoman hidup Al-Qur`an tidak mengalami kemajuan yang berarti dibandingkan pada masa kenabian Muhammad saw?”

Al-Qur`an tersisa dan abadi di muka bumi ini seiring dengan abadinya masalah dan problematika hidup manusia. Sepanjang manusia hidup masih bergelut dengan masalah, maka sepanjang itu pula Al-Qur`an akan memberikan solusi bagi masalah yang dihadapi manusia dalam hidupnya. Hal ini diungkapkan oleh Utsman Najati dalam al-qur`an wa al-ilmu al-nafs, “sesungguhnya Al-Qur`an diturunkan untuk mengubah sikap, pola pikir, dan perilaku manusia. Hal ini dibuktikan dengan sejarah perubahan bangsa Arab jahiliyah pasca turunnya al-qur`an.

Al-Qur`an adalah pedoman hidup manusia, yang memiliki fungsi teoritis dan fungsi aplikatif. Secara teoritis, Al-Quran dituangkan dalam tatanan ilmu pengetahuan yang melahirkan berbagai disiplin ilmu, serperti ilmu tafsir, tajwid, tahsin, dan lain sebagainya. Secara aplikatif, fungsi  Al-Qur`an masih sangat minim diamalkan oleh ummat manusia, sebatas pengamalan secara hukum-hukum kehidupan. Al-Qur`an memiliki beragam mu`jizat, seperti keindahan retorikanya, hukum, dan syariatnya, pengetahuan tentang hal-hal yang ghaib dan segi ilmiahnya. Adapun rahasia Al-Qur`an terbesar sebagaimana yang dikatakan Imam Khithabi, yaitu kekuatan mempola hati dan mempengaruhi jiwa (kepribadian manusia)

Secara aplikatif, Al-Qur`an memiliki tiga fungsi utama. Pertama Al-Qur`an sebagai pedoman operasional sistem kehidupan manusia, dalam hal ini sudah banyak yang dituangkan dalam bentuk hukum ibadah maupun muamallah. Kedua, Al-Qur`an berfungsi sebagai sistem perbaikan (service system) baik bersifat fisik maupun psikir, yang dikenal sebagai syifa (obat, penyembuh, dan penawar). Ketiga, Al-Qur`an berfungsi sebagai sistem pengembangan (up-grade system), dimana Al-Qur`an memiliki daya (energi) yang dapat memberikan perubahan secara signifikan pada diri manusia.

Beberapa abad yang silam Rasulullah saw telah memberitahukan kepada kita melalui hadist yang bersumber dari Hudzaifah bin Yaman. Beliau saw meramalkan kelak pada suatu masa akan terjadi perpecahan dan perselisihan sepeninggal beliau. Hudzaifah berkata, “Aku bertanya kepada Rasulullah: Wahai Rasulullah, apa yang paduka perintahkan kepadaku jika aku menjumpai hal itu? Beliau menjawab, “pelajarilah kitab Allah dan amalkan, karena itu solusinya. Lalu aku mengulang pertanyaan itu 3x, dan rasul juga menjawab 3x. “Pelajarilah kitab Allah dan amalkanlah, karena itu kunci keselamatan.

Bacaan Al-Qur`an memiliki efek yang sangat baik untuk tubuh, seperti memberikan efek ketenangan, meningkatkan kreativitas, meningkatkan kekebalan tubuh, meningkatkan kemampuan konsentrasi, meningkatkan kecerdasan seorang anak, menyembuhkan berbagai penyakit, menciptakan suasana damai dan meredakan ketegangan saraf otak, meredakan kegelisahan, mengatasi rasa takut, memperkuat kepribadian, meningkatkan kemampuan berbahasa, dan sebagainya. Hal ini dikarenakan frekuensi gelombang bacaan Al-Qur`an memiliki kemampuan untuk memprogram ulang sel-sel otak, meningkatkan kemampuan, serta menyeimbangkannya.

Demikianlah bahwa al-Qur`an adalah mu`jizat terbesar yang diturunkan dari langit, rahasia keagungan mu`jizatnya terletak pada kekuatan pengaruhnya terhadap hati. Mu`jizat Al-Quran hanya bisa disaksikan oleh hati dan dirasakan oleh siapa yang benar-benar ingin merasakannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s