Bundaku adalah… dan Ayahku adalah…


Apa yang akan tergambar dalam benakmu ketika kamu menceritakan ibu dan ayahmu?

Bundaku adalah

Ibu yang telah melahirkan aku, makannya kita mirip. Ya iya lah, ga perlu dijelasin juga udah tau kalo ibu dan anak itu mirip, kecuali sinetron Putri yang di tukar-tukar (plesetin dikit deh), hehe, piss ^^Y.

Orang tua ku yang selalu mendidik, mengajarkanku yang baik dan tidak baik, membantuku dalam hal apapun, paling mengerti aku. Bersyukur saya hidup dalam keluarga yang demokratis, bebas berpendapat selama santun.

Guruku, guru masak, guru menjahit, guru kerajinan tangan, guru yang serba bisa. Untunglah nurun ke anaknya sedikit, hahay. Bunda selalu mengajarkanku untuk selalu membangun hubungan, silaturahim.

Temanku, teman jalan-jalan, shopping, kalau belanja sama-sama kayak kakak adik (pengennya), seleranya sama. Kadang bunda juga ikut-ikutan aktif di organisasi yang aku ikutin, jadi tim pendukung di balik layar, hahaa. makasih bundaku sayang.

Sahabatku, tempat curahan hati, meskipun ngga ngomong tapi bunda tau, ada yang disembunyiin bunda tau, dan akupun sebaliknya. Pernah diangkot kita ngobrol, becanda-canda, ketawa-tawa (udah kayak mobil sendiri) sampe orang sebelah negur, “ini ibu dan anak akrab banget yaa”, hehe kita jadi senyum malu-malu baru sadar kalau kita di angkot! ya itulah kami :). Kalau marahan juga bentar nanti baikan lagi, hehe. bestfriend forever.

Bundaku adalah Ibu, orang tua, guru, taman, dan sahabatku sampai di surga nanti.

Ayahku adalah…

Bapak terbaik, kata mereka (banyak yang bilang) kalau waktu kecil (sebelum ada adik) aku anak yang sangat disayang, jalan-jalan, makanan terbaik, pakaian terbaik, kalau kata bunda ‘Puasss banget deh kamu’.

Orang tuaku, yang selalu peduli dengan kesehatan, masa depanku, kalau sudah pernah baca artikel sebelum-sebelumnya yang berjudul ‘Cinta ayah kepada putrinya’ ya seperti itulah ayah saya.

Guruku, yang mengajarkan kemandirian, kreatif saya menganggap ayah seperti MacGyver karena serba bisa, pokoknya bapak rumah tangga idola deh, mulai dari urusan bangunan rumah, perabot rumah, elektronik, alat-alat rumah tangga, semuanya bisa, mau apa aja bisa. Terkadang ayah suka buat sesuatu sendiri. Makannya kita suka diomelin kalau apa-apa ngga bisa, “kreatif donk, pakai otak kamu, gimana cara membuatnya”, urusan kerjaan ayah melankolis sempurna, makannya saya yang sanguin banyak belajar ke ayah. Ayah juga mengajarkan kerapihan, terutama pakaian, meskipun ke warung, pakaian harus rapih. dan ayah juga selalu mengajarkan untuk lebih mementingkan kualitas terutama barang elektronik, lebih baik tidak usah daripada barangnya jelek. Ayah juga senang membantu orang lain, meskipun dia juga sedang posis sempit. Ayah juga yang mengajarkanku trik dagang.

Bunda dan ayahku bukan malaikat, mereka juga banyak kekurangan. Tapi itulah cinta, tidak perlu menuntut orang tua untuk sempurna, tapi menerima orang tua kita dengan sempurna.

Semoga bunda dan ayahku bisa bersama denganku sampai di surga nanti. Amiin.

Semoga cinta kamiseperti cintanya Rasulullah yang abadi, cinta yang bisa saling membawa kami ke surga, berkumpul lagi disana. Amiin.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s