Kesalah-kesalahan orang tua mendidik anaknya


Peran terpenting orang tua adalah mendidik anaknya, segala sesuatu berawal dari dalam rumah. Karakter anak dan mental anak juga dibangun dari dalam rumah bersama orang tuanya. Namun dalam masa-masa pendidikan itu terdapat beberapa kesalahan yang turun temurun, bahkan berakar kuat tak tergoyahkan oleh perubahan zaman (lebai deh bahasanya). Memang  tidak ada orang tua yang sempurna, kesalahan-kesalahan kecil kerap terjadi tapi masih bisa dimaklumi, namun ada kesalahan yang sebenarnya sederhana namun fatal akibatnya, yaitu pola pikir. Kalau bahasa sekaranya tidak up to date, atau pemikiran kolot.

Disini saya tidak bermaksud untuk tidak menghormati atau tidak  menghargai orang tua, tetapi ada beberapa hal yang perlu diluruskan. Salah satu esalahan sederhana yang masih berdiri kokoh dari zaman ke zaman yaitu lagu ‘Bintang Kecil’, masi ingatkan penggalan lirik ini…

“Bintang kecil di langit yang biru, amat banyak menghias angkasa…”

Bintang akan terlihat pada malam hari, pada malam hari langit terlihat berwarna hitam, kalau langit terang bintang tidak akan teriaht, jadi mulai sekarang kalau mengajarkan anak menyanyi bintang kecil di langit yang Hitam.

Simak cerita berikut ini.

Seorang teman saya akan berangkat haji dengan orang tuanya, beliau dan orang tuanya tinggal terpisah berbeda pulau. Suatu saat ayahnya menelponnya dan mengatakan “Adi, tolong kamu kirimkan fotokopi akte lahir dan kartu keluarga, nanti dikirim lewat pos kilat khusus, bayar Rp 20.000, dua atau tiga hari sampai”. Dengan polosnya sang anak, “Pakai email aja pah, nanti saya scan, dikirim 2 menit, bayar Rp 2.000 juga sampai”. Sang ayah bertanya lebih polos dari anaknya “Apa itu email? Memangnya ada? Mana mungkin 2 menit sampai? Sudah pakai pos saja yang pasti sampai.”

Pertanyaanya, yang penting nyampenya atau  dikirimnya lewat apa? Nyampenya.

Sama juga dengan mahasiswa (ini saya dulu). Adakah pembaca yang masih mahasiswa? tidak usah ngacung, kasih jempol aja, hehe.

Masih ingat kata-kata orang tua kita sebelum kita melepas kita untuk kuliah? Belajar yang rajin nak, supaya bisa masuk kuliah yang bagus, ketika kuliah belajarlah dengan sungguh-sungguh, agar IPK kamu bagus dan nanti dapat pekerjaan yang bagus.

Pemikiran zaman orang tua kita dulu masih sekolah, kemudian di wariskan kepada kita. Zaman orang tua kita dulu masih sekolah masih era Industri, dimana banyak sekali industri-industri baru yang dibuka dan menyerap banyak tenaga kerja. Mereka yang berpendidikan baik akan mendapatkan posisi yang baik. Akibatnya sekarang banyak sekali Mahasiswa berpendidkan sangat baik. Sadarlah zaman orang tua kita dengan kita 2011 sekarang BERBEDA. Dulu, sukses adalah bekerja dengan jabatan tinggi, menapaki jenjang karir, berpenghasilan besar, kemudian pensiun. Sekarang sukses (menurut saya) adalah jabatan tidak penting yang penting memiliki keran penghasilan dimana-mana (halal) dan memiliki waktu untuk menikmatinya.

Pertanyaanya di dunia ini kita untuk memiliki atau menikmati?

Menikmati! Tapi lucunya begitu banyak orang yang sibuk mencari harta untuk hanya memiliki, tidak punya waktu untuk menikmati. Apa yang ada di dunia adalah milik Allah, bukan milik kita (ngaku-ngaku..), maka nikmatilah apa yang sudah dititipkan oleh Allah agar nanti kita bisa memilikinya di Surga.

Jadi, jangan salahkan jika anak-anak banyak yang tidak dekat dengan orang tuanya, mereka lebih dekat dengan orang lain, karena orang tuanya sibuk bekerja.

Kembali lagi ke mahasiswa yang tadi.

Akhirnya ketika ditanya, jika  nanti lulus kuliah mau cari kerja atau cari uang? Ada banyak mahasiswa yang idealis, “Nanti saya lulus kuliah cari kerja!”. Kalau begitu mudah sekali cari kerja, di Bandung ada mall namanya Bandung Super Mall, disana sedang ada proyek pembangunan, kamu kerja saja disana pasti diterima, angkat-angkatin semen, pindahin batu bata, gali lubang, atau menjaga pintu proyek supaya tidak ada yang masuk sembarangan, atau apapun lah yang sesuai dan cocok dengan kamu. Tapi masalah dibayar atau tidak saya tidak tahu, kan cuma mau cari kerja bukan? yang penting kerja bukan?

Jadi jujur saja kalau lulus kuliah/sekolah untuk cari Uang ;).

Pertanyaan sederhananya, banyak ngga orang yang bisa mencari uang sebelum lulus kuliah bahkan tidak kuliah sama sekali? Banyak. Lalu kenapa tidak mencari uang sambil kuliah?

Kan fokus kuliah, saya dikirim oleh ortu ke PTN/PTS ini untuk kuliah, bukan yang lain. Pendapat saya, kuliah tetap dijalankan sebagai mencari ilmu , membuka wawasan, melaksanakan kewajiban sebagai anak (tetap hormat dengan ortu), DAN sambil mencari uang.

Masih ingat cerita POS dan Email?

Yang terpenting, nyampenya atau melalui apa dikirimnya? Punya uangnya dengan cara yang halal atau cara mendapatkan uangnya (belajar yang rajin, lulus, cari  kerja)? Penting punya uangnya.

Karena perbedaan pola pikir yang harus melulu sama seperti orang tua itu yang harus dirubah, bahwa mencari uang itu harus bekerja di perusahaan. Rubah rantai nasib keluarga kita dimulai dengan pola pikir. Mulailah punya Bisnis/usaha sendiri. Insyallah indonesia akan bangkit jika banyak generasi mudanya yang berbisnis, setuju? (kasih jempol lagi, hehe).

Percaya ngga  jika 9 dari 10 orang terkaya di dunia/di indonesia adalah pengusaha?

Percaya??! yang bener??

Coba search di Google 10 orang terkaya di dunia atau di Indonesia (mumpung lagi on line), cari latar belakangnya. Jawabannya 10 dari 10 orang terkaya di dunia/di Indonesia berasal dari pengusaha. 9 dari 10 sahabat Rasulullah yang dijamin masuk surga adalah pengusaha.

Kita semua pasti ingin sukses dunia dan akhirat (ada yang tidak? coba di tes DNAnya, sama ngga dengan manusia yang lain). Kalau ingin sukses belajar ke orang yang sukses, setuju? (kasih jempol lagi, sampai saat ini saya tidak tau fungsi ibu jari di blog, ada yang tau? bisa bantu saya?)

Kalau begitu ikuti saja jejak mereka yang sukses di dunia dan akhirat, menjadi pengusaha :).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s