❤❤❤ Belajar Cinta dari Rasulullah saw ❤❤❤


Hari ini Rasulullah saw milad = Maulid Nabi Muhammad saw. Kalau Rasulullah saw masih hidup dan ada diantara kita apa yang akan kamu lakukan? (like dream come true!) apapun itu yang pasti kita bahagia, karena berada dekat dengan manusia yang paling dicintai Allah sang Maha Cinta.

Karena itu yuk kita shalawat untuk Rasulullah saw “Allahumma sholli ‘ala muhammmad wa ala alihi wa shohbihi ajma’iin”

Semua ibadah yang kita lakukan mencontoh dari Rasulullah saw, tapi ada satu ibadah yang masih sedikit sekali mencontoh dari Rasulullah saw, apa itu? beribadah dengan cinta (agak ambigu nih kata-katanya), maksud saya beribadah melalui cinta.

Talking about Lve memang tidak ada habisnya. Cinta merupakan topik yang paling menarik untuk dibicarakan. Pertanyaannya sekarang bagaimana Rasulullah mengajarkan kita tentang cinta? Karena kalau kita lihat kondisi sekarang, cinta itu bukan lagi sesuatu yang bisa membawa kita menuju Sang Maha Cinta, justru semakin menjauhkan kita dari Sang Maha Cinta, Allah. Banyak orang yang menggambarkan cinta seperti nafsu, padahal Allah memberikan rasa cinta bukan untuk nafsu, melainkan agar kita bisa beribadah dengan cara yang menyenangkan.

Oleh karena itu, salah satu alasan Allah menurunkan Rasulullah untuk memberikan contoh kepada kita tentang cinta. Rasulullah adalah pribadi yang hangat, setiap orang yang bertemu dengan Rasulullah akan merasakan ketentraman, kalaupun ada yang membenci Rasulullah bukan karena pribadi Rasulullah, tapi apa yang dibawa oleh Rasul, yaitu Islam. Rasulullah adalah guru cinta yang luar bisa, karena baliau adalah murid dari Maha Guru, اَللّهُ  swt. Apapun ekspresi  cinta Rasulullah merupakan ekspresi cintanya kapada Allah.

Dalam riwayat Anas bin Malik Rasulullah diceritakan seperti ini, Ada seseorang berada di samping Rasullah lalu seorang sahabat berlalu di depannya. Orang yang disamping Rasulullah tadi berkata: “Aku mencintai dia ya Rasulullah”, lalu Rasul menjawab “Apakah kamu telah memberitahukan kepadanya?” Lalu orang tersebut memberitahukan kepada sahabat itu seraya berkata “Sesungguhnya aku mencintaimu karena Allah”, kemudian orang yang dicintai itu menjawab “Semoga Allah mencintaimu karena engkau mencintaiku karena Allah”.

Subahanallah terdengar sangat indah, jika diperhatikan dari percakapan diatas, ungkapan cinta itu diucapkan kepada sesama gender, dan ini tidak berlaku untuk lawan jenis yang bukan muhrimnya (mana ada cinta karena Allah, tapi melanggar syariat dari Allah). Kalau bahasa yang sering digunakan oleh aktivis adalah “Ana uhibbukifillah (untuk ke wanita), Ana uhibbukafillah (untuk ke pria)” yang artinya Aku mencintaimu karena Allah. Bagi mereka kata-kata ini bisa mempererat hubungan persahabatan mereka. Tidak ada persaan ‘maho’, karena mereka mempunyai ikatan ukhuwah yang diikatkan oleh Allah.

Pada saat kita belajar cinta kapada Rasulullah berarti kita belajar mencintai segalanya karena Allah. Cinta Rasulullah bukan basa basi, cinta Rasulullah itu tanpa dusta, karena cinta beliau merupakan ekspresi cinta beliau kepada Allah, maka Rasulullah tidak melanggar syariat.

Cinta karena Allah memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

Selalu menghasilkan kebahagiaan baik yang dicintai atau yg mencintai

Selalu mendatangkan kebaikan, saling menasehati, memberi, menguatkan, dan memuliakan.

Selalu membawa satu pahala, karenanya tidak pernah ada dalam koridor kemaksiatan.

Cinta Rasulullah abadi, karena Rasululah mengajak semua yang dicintainya masuk surga. Cinta Rasulullah sejati, cinta  untuk kebersamaan dengan yang dicintainya sampai masuk surga. Rasulullah mencintai sesorang tapi cintanya itu bisa membawa yang dicintainya masuk surga bersama Rasulullah, sehingga cinta mereka abadi, bukan abadi karena dikenang cerita cintanya, tapi abadi dibawa hingga kehidupan yang abadi di surga. Untuk apa dicintai hari ini tapi setahun kemudian ditinggalkan? dicintai  hari ini tapi 6 bulan kemudian disakiti?

Cinta Rasulullah adalah cinta yang aman dan sehat. Meskipun banyak objek yang dicintainya, tapi tidak berbenturan satu dengan lainnya. Rasul begitu mencintai Allah, tapi beliau tidak pernah menelantarkan cintanya kepada istri dan anak-anaknya. Rasulullah mencintai sahabatnya, tapi tidak pernah mengurangi cintanya kepada Allah.

Cinta Rasulullah adalah cinta yang aman dan sehat, karena Rasulullah selalu menjaga cintanya pada wilayahnya masing-masing. Maksudnya, bentuk ekspresi cinta Rasulullah kepada Allah berbeda dengan ekspresi cinta Rasul kepada istrinya, berbeda juga dengan sahabatnya. Sama seperti kita, ekspresi cinta kita kepada orang tua kita berbeda dengan ekspresi cinta kita kepada sahabat kita. Contonya realnya seperti ini, bentuk ekspresi cinta kita kepada orang tua (atau sebaliknya) mungkin bisa dengan memeluk mereka atau mencium tangan orang tua. Ekspresi cinta kita kepada sahabat bisa dengan memberikan hadiah, ucapan selamat dihari bahagianya, cupika cupiki saat bertemu (sesama muhrim). Suami memanggil istrinya dengan kata-kata yang mesra (atau sebaliknya). Semuanya sesuai wilayahnya. Namun sekarang wilayah-wilayah itu sudah tidak ada lagi, orang dapat berpelukan dengan siapa saja, kata-kata asmara diumbar kesemua orang termasuk yang bukan muhrimnya. Cinta Rasul aman karena Rasul dapat menjaga wilayah-wilayahnya.

Seorang istri bertanya, lalu mengapa Allah memberikan rasa cinta yang sebenarnya tidak diperbolehkan (haram)  kepada saya? (maksudnya wanita ini mencintai pria lain selain suaminya). Sesungguhnya tidak semua perasaan yang kita rasakan merupakan cinta, bisa jadi itu adalah bentuk kasih sayang yang diberikan sebagai ujian oleh Allah, agar kita bisa  mengontrolnya tidak terbawa nafsu. Sama halnya dengan yang masih single, kalau  mau dihalalkan cintanya, ya nikahi saja ;).

Nabi Daud as mengajarkan cinta melalui doanya:

Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: “Di antara doa Nabi Daud ’alihis-salaam ialah: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadaMu cintaMu dan cinta orang-orang yang mencintaiMu dan aku memohon kepadaMu perbuatan yang dapat mengantarku kepada cintaMu. Ya Allah, jadikanlah cintaMu lebih kucintai daripada diriku dan keluargaku serta air dingin.” Dan bila Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam mengingat Nabi Daud ’alihis-salaam beliau menggelarinya sebaik-baik manusia dalam beribadah kepada Allah.” (HR Tirmidzi 3412)

Ya Allah biarkanlah cinta kepada orang tua, anak, suami, dan istri ku simpan dalam genggaman tangan kananku, dan biarkanlah harta bendaku cukup ku simpan dalam genggama tangan kiriku. Agar ketika Engkau memintanya kembali aku tidak berat melepaskannya, dan cukuplah cinta Allah yang memenuhi hatiku.

5 pemikiran pada “❤❤❤ Belajar Cinta dari Rasulullah saw ❤❤❤

  1. berbahagialah wahai para wanita yg bisa mendapatkan(mendekati)cinta seperti Rasulullah,walapun susahnya minta amp….lop

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s