Waktu 24 jam (memanage waktu)


Demi masa. Sungguh, manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebijakan dan saling menasehati untuk kebenaran dan saling menasehati untuk kesabaran

QS Al-‘Asr 1-3

Kisah baja:

Saya  memiliki 10 ton baja, katakan 1 ton baja berharga 1 juta. Jika saya kirim ke Jerman beton tersebut bisa berubah menjadi BMW yang harganya menjadi 500 jutaan, jika saya dikirim ke Jepang, mungkin beton tersebut bisa menjadi Toyota yang harganya bisa mencapai 200 jutaan. jika saya kirim k peusahaan di Tasik bisa menjadi perabotan rumah tangga Yang harganya hanya 1,5 juta.

Sama halnya dengan waktu, Allah memberikan waktu 24 jam kesmua manusia, ada yang dikasih lebih oleh Allah?

Banyak orang yang dengan 24 jam bisa mengurus 3 perusahaan sekaligus, ada orang yang dengan 24 jam bisa mengurus provinsi, ada orang yang 24 jam bisa mengurus keluarga dan bisnis-bisnisnya. Tapi ada juga orang yang 24 jam tidak bisa mengurus dirinya seendiri.

Jika kita belajar kepada Rasulullah Muhammad saw beliau adalah negarawan, beliau juga seorang pengusaha, beliau seorang da’i, beliau kepala rumah tangga, kalau dikatakann sibuk, yaa sibuk sekali. Tapi beliau masih sempat membantu istrinya di dapur.

Ibnu sina dalam 1 tahun belajar kedokteran, dan beliau membuat buku yang menjadi pedoman kedokteran saat ini. Imam syafi’i telah menghapal al quran di usianya 9 tahun, usia 10 tahun sudah menghapal kitab yang isinya ribuan hadits. Ketika HAMKA di penjara beliau membuat tafsir al quran. Bukan masalah siapa orangnya tapi pemanfaatan waktunya.

Pertanyaan besarnya mengapa kita sering merasa hari ini belum lebih baik dari kemarin ya? Atau merasa telah membuang-buang waktu. Memang waktu bisa di buang? Kenapa kita bisa membuang buang waktu? Mungkin ada beberapa hal yang membuat kita jadi lalai dengan waktu:

  • Tidak teratur

Tidak teratur dalam memanage waktu semakin memperbesar peluang kita untuk membuang-buang waktu. Misalkan, waktu belajar digunakan untuk main, waktu tidur digunkan untuk nonton. Akibatnya waktu yang semestinya untuk bekerja digunakan tidur, karena malamnya tidak tidur. Solusi yang dapat membantu agar teratur adalah miliki agenda, tulis semua yang ingin anda kerjakan, mulai dari terpenting mendesak hingga tidak pentting tidak mendesak.

  • Menunda

Menunda lebih berhubungan erat dengan nafsu, lebih tepatnya godaan setan. Biasanya pekerjaan seperti apa yang kita tunda pengerjaanya? Pekerjaan baik bukan? Seperti solat, mengerjakan tugas, menolong orang tua, mengaji. Coba bandingkan dengan main game, jalan-jalan, nonton. Biasanya pekerjaan yang bersifat ‘memuaskan’ nafsu lebih cepat dikerjakan. Benar jika ada yang mengatakan bahwa surga dikelilingi oleh hal-hal yang tidak menyenangkan, neraka dikelilingi oleh hal-hal yang menyenangkan. Jika kita menunda ingatlah, waktu hidup kita di dunia tidak bisa ‘pause’, akan terus berjalan, sedetik yang lalu tidak akan pernah kembali meskipun kita memiliki banyak uang.

  • Tidak paham dengan prioritas

Orang yang tidak tahu prioritas dalam hidupnya biasanya akan sering membuang-buang waktu, karena dia tidak tau apa yang harus dilakukannya, ke sana ikut, ke sini ikut, apa saja dikerjakan, akhirnya tidak membuahkan hasil apa-apa, kalaupun menghasilkan tidak optimal. Orang yang tidak punya prioritas biasanya hidup tidak terjadwal, karena memang tidak ada yang akan dikerjakan, hidupnya tidak jelas karena tidak tau tujuan akhirnya akan ke mana. Saya suka menanyakan hal ini kebanyak orang, dan banyak orang yang tidak tau prioritasnya apa, wajar saja kalau Allah tidak memberikan kepada kita apa yang Allah berikan lebih ke orang lain, karena dia sendiri tidak tau apa yang ia mau, ckckck. Namun ada juga orang yang punya prioritas, tapi sebenarnya buang-buang waktu, prioritas hidupnya yang penting ‘have fun’, ini prioritas jangka sangat pendek.

  • Lingkungan yang mendukung

Lingkungan yang mendukung untuk membuang-buang waktu atau lingkungan mendukung untuk memanfaatkan waktu. Intinya lingkungan akan memiliki peran penting juga untuk hidup. Bergaul lah dengan orang-orang yang menghargai waktu.

  • Keterlambatan orang lain

Keterlambatan orang lain menyebabkan ketelambatan kita juga, karena kita janjian sama orang lain, tapi orang  bersangkutan datanya telat, akibatnya jadwal kita molor. Saran saya jika jadwal padat lebih baik atur jadwal ulang.

2 pemikiran pada “Waktu 24 jam (memanage waktu)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s