Sudah Benarkah Doa Kita?


Setiap manusia pasti pernah berdoa, karena doa adalah pengharapan. Pengharapan kepada siapa? ya Tuhan, Allah aza wa jalla.

Setiap muslim minimal 5 kali sehari sekali berdoa, setiap abis solat, kalao ngga solat?? ya rugi lah Anda, kehilangan waktu berdoa yang diijabah+dosa pula (dunia akhirat).

Emm..saya mendapatkan ilmu ini dari radio MQ FM 102,7 tentang “Rumahku Surgaku” setiap hari jm 10.00-11.30 kalau hari Rabu pembahasan dari segi Akhlak bersama Ummi Yusuf. Kalau ingat sempatkan saja dengar di mobil, di rumah, di jalan, dimana aja deh yang penting ada fasilitas radio, insyallah manfaat sekali.

Berbicara mengenai doa, Ibnu Qayyim mengibaratkan doa itu seperti obat atau pedang.

Doa seperti obat karena biasanya obat harus diminum sesuai anjuran dokter, berapa kali sehari, dan berapa dosisnya. Sama halnya dengan doa, agar doa kita diijabah, maka gunakan lah waktu-waktu doa diijabah yang telah disediakan oleh Allah. Kapan saja?

Doa seperti pedang. Pedang akan sangat bermanfaat ketika pedang itu tajam, digunakan oleh orang yang kuat, dan sarung pedangnya dibuka (ya iya lah). Bagaimana dengan doa? Pada saat berdoa gunakanlah lafaz yang sudah dicontohkan oleh rasulullah, karena perkataan rasululah merupakan kata-kata yang paling baik. Agar doa kita semakin kuat maka hadirkan juga raga dan hati (imani, yakin, sungguh-sungguh memintanya). Dan agar doa segera diijabah maka hilangkanlah hijab (pembatas) yang menyebabkan doa kita terhalang samapai kepada Allah, diantaranya makanan yang Haram dan berdoa minta disegerakan (silahkan cari info lebih lengkap tentang doa yang terhalang). Berdoa adalah ibadah, bukan hanya kebutuhan, berpikir positif lah mungkin saatnya belum tepat atau apa yang kita minta akan membawa keburukan untuk kita.

Allah akan menjawab doa kita dengan 3 cara:

  • Diberikan langsung, bersyukurlah jika Allah memberikannya langsung. Pernah merasakannya? pasti sangat senang bukan?
  • Ditunda, maka bersabarlah dan berpikir positif saja, mungkin tidak saat ini, atau saatnya belum tepat, percaya lah Allah akan memberikannya disaat yang sangat tepat dan akan terasa lebih indah, saya sering mengalaminya :). Biasanya kita sudah lupa, kalau ingat itu adalah doa kita beberapa saat yang lalu, maka segeralah bersyukur.
  • Tidak diberi. Allah Maha tau apa yang akan terjadi (aliibul ghuluub) dengan kita sampai akhir hidup kita di dunia. Jadi mungkin apa yang kita minta akan membawa mudharat bagi kita,  karena itu Allah tidak memberinya. Tetap berpikir positif saja. Allah itu baik sekali, lebih baik dari yang kita tau.

Beberapa diantara kita mungkin belum tau (atau lupa lagi) bahwa doa itu di bagi dua jenis:

  • Muqayad, yaitu doa yang terkait dengan waktu, tempat, atau keadaan tertentu. Maka berdoalah sesuai dengan yang sudah dicontohkan oleh Rasulullah. Misalkan doa pagi dan petang, doa mau tidur, doa mau masuk masjid, doa sesudah solat, doa mau makan, doa mau masuk toilet, kan sudah diajarin tuh dari mulai TPA dulu, lupa lagi? ya hapalin lagi aja, hehe, never stop for learning okey? naah bacaan-bacaan itulah yang sudah di contohkan oleh Rasulullah, jangan ngarang sendiri.
  • Mutlak, yaitu doa yang tidak terkait dengan waktu, tempat, keadaan, atau yang tidak ada contohnya dari Rasulullah, atau kita tidak tau doanya apa atau bagaimana lafaz nya. Kita boleh menggunakan kata-kata sendiri tapiiiii….gunakan lafaz yang paaaaaling baik, dan tidak ada perkara terlarang didalamnya. Maksudnya bagaimana? jadi Haram hukumnya jika kita berdoa dalam keadaan marah, biasanya ibu-ibu niyy, kalau lagi marah sama anaknya daripada sumpah serapah mendingan di doain tapi sambil marah (emosi tingkat tinggi). Berdoa itu harus dalam keadaan tawadhu, tenang, dan sembunyi-sembunyi, jangan keras-keras (pelan-pelan Allah juga denger kali, he). Doa mutlak ini tidak bisa dijadikan sunahkan/berualng-ulang. Contoh doa mutlak oleh Mario Teguh yang merindukan perubahan: Tuhanku Yang Maha Membuka Hati, Aku letih dengan keadaanku yang hanya begini-begini saja. Aku tahu aku tak boleh berharap agar Engkau mengubah kualitas hidupku tanpa aku sendiri tegas membersihkan pikiranku, membeningkan hatiku, dan mengindahkan perilakuku. Tuhan, dampingilah aku dalam ketegasan upayaku untuk sepenuhnya hidup dalam debar kegembiraan. Amiin.

Setiap perkara yang makruh atau haram tidak boleh dibuka dengan dzikir kepada Allah, misalkan mau ngerokok bilang bismillah dulu, mau buka acara dangdutan salam dulu.

Dzikir lebih utama dari doa, Al-Quran lebih utama dari dzikir. Doa muqayad lebih utama dari doa mutlak.

Mulai lah berdoa dengan bersyukur 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s