Yuuk berkerudung \^o^/


Saya teringat awal saya pakai kerudung saat MOS SMA, hari pertama saya memakai kerudung, itu juga dipasangin kakak sepupu, karena saya tidak bisa pakai  kerudungnya. Keinginan saya pakai kerudung sebenarnya sudah ada sejak kelas 3 SMP, karena mikirnya tanggung kalau harus ganti seragam, jadi saya berazzam SMA saya harus pakai kerudung.

Saya ingat guru ngaji saya di TPA yaitu bu Mami (semoga Allah memberikan pahala yang berlimpah untuk ibu), yang membuat saya ingin berkerudung, ada ust. Junaedi (ust yang ganteng saat itu, hehe), dan ibu fulana (saya lupa namanya, beliau hafidzah).

Saya baru tahu ternyata pakai kerudung itu wajib dan Al Quran membahasnya di Surat Al-Ahzab:59, ayat itu selalu saya ingat. Bagini isinya:

59.Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya[1232] ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Saat itu style kerudung saya seperti pada umumnya, kerudung segitiga kemudian diikat kebelakang. Rasanya pertama kali pakai kerudung senang dan seperti ada yang menjaga.

Seiring masa-masa indah di SMA saya belajar, ternyata ada cara memakai kerudung yang benar, sesuai syariat. Pakai kerudung tidak sama dengan pakai helm, yang penting kepala ketutup.

Di Surat yang lain Allah menjelaskan lebih detil mengenai hijab untuk wanita QS surat An-Nisa:31

“Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita…” (An-Nur:31).

Pakai kerudung itu harus menutupi dada dan tidak transparan. Kalau memang begitu kata Allah ya ngikut aja toh.

Perlahan tapi pasti saya mengubah style krudung saya, lebih panjang hingga menutupi dada dan tidak lagi yang transparan. Setiap komitmen yang kita ambil pasti akan diuji hingga kita semakin komitmen atau komitmen kita semakin lemah karenanya. Karena Allah ingin melihat siapa saja yang benar-benar taat kepada Allah.

Beginilah teman dan sodara berkomentar negatif (maklum belum mengerti):

1. Ngga panas nes?

Sepengalaman saya, Alhamdulillah ngga pernah tuh ngerasa kegerahan, justru adem, sirkulasi udara didalam kerudung  kerasa daripada di ikat kebelakang, saya suka eungap (sesak) karena kerudung diikat ke belakang.

2.Ribet banget

Ribet kalau belum terbiasa, ini hanya masalah pembiasaan aja. Terutama kalau kerudung kita tipis sebaiknya di lapis lagi. Karena esensi mengenakan kerudung bukan melapisi, tapi menutupi.

3. Kayak ibu-ibu, ngga gaul.

kalau saya berpikir, biarin aja, banyak juga ko ibu-ibu yang ngga pake kerudung, nanti toh juga jadi ibu. Kalau masalah gaul/ngga gaul bukan dari cara berpakaian, tapi wawasan dan pergaulan anda dengan lingkungan, seberapa luas.  Percuma aja kalau merasa gaul tapi ditanya apa-apa ga tau, itu yang saya sebut KUPER!.

4. Kaya teroris, bahkan dapet julukan ninja.

Haaha,  komentar saya cuman cengar-cengir aja. Karena saya bukan teroris, jadi ngapain di ambil pusing.

5. Nanti susah dapet kerja

Jawaban saya cuman satu, cita-cita saya jadi pengusaha. Kalaupun ingin jadi karyawan ngga perlu khawatir, karena sekarang ternyata banyak kok instansi yang menerima karyawan yang bekerja menggunakan jilbab yang syar’i.

Intinya saat itu saya tidak peduli komentar orang seperti apa, selama saya benar, nyaman dan ga ada masalah dengan apa yang saya lakukan, so what dengan pendapat orang. Mereka akan terus berkomentar sampai mereka merasakan sendiri nikmatnya berkerudung sesuai syariat. Pendapat orang lain boleh diterima, tapi jangan sampai anda seperti buih di tengah laut, terombang ambing oleh ombak (perkataan orang lain), padahal belum tentu pendapat orang itu benar. Ingat dalam hal syariat kita berpegangan dengan Qur’an dan hadits, bukan pendapat orang yang tidak jelas darimana sumbernya. Pendapat-pendapat dan ketakutan mereka sebagian besar tidak terbukti.

Beberapa  nikmatnya berkerudung sesuai syar’i yang saya alami.

1. Taat sama Allah

Bentuk ketaan kita terhadap Allah ya seperti itu salah satunya. Kalau kita tat, Allah akan sayang sama kita 🙂

2. Aman! ngga ada yang godain, ngga ada yang berpikir kotor tentang kita.

Karena minimal orang segan ngegodain wanita berkerudung rapi. Kalau digodain pun kita di doakan biasanya sih mengucapkan salam, atau mau kemana bu haji (afirmasi postif, biar segera naik haji). Otomatis kita lebih aman, ga ada yang berpikiran kotor dengan kita, jalan dimanapun insyaAllah terjaga.

3. Ngga gampang masuk angin, lebih hangat. Karena kerudung kita melindungi dari angin yang berlebihan.

4. Identitas bahwa kita insyaAllah adalah muslimah yang baik. Jadi kita pun akan diperlakukan sebagaimana muslim, saat di luar negeri, saat bertamu ke rumah orang yang tidak seiman, saat bergaul, dll.

5. Sebagai benteng pertahanan awal untuk maksiat.

Saat hendak melakukan dosa, kerudung kitalah yang akan mengingatkan.

6. Terhindar dari bersentuhan langsung dengan bukan muhrimnya.

7.Ngurangin dosa (lumayan loo). Dosa karena kita mengumbar aurat, atau dosa karena orang lain jadi berpikir yang aneh-aneh.

Intinya seperti ini, mengenakan kerudung sesuai syariat adalah perintah Allah, bahkan begitu jelas perintahnya. Kita sebagai manusia nurut aja, ngga usah banyak negosiasi. Manusia adalah ciptaan Allah, dan Allah tau betul bagaimana menjaga ciptaanNYA, jadi apapun yang diperintahkan Allah itu adalah yang terbaik buat kita. Yang terbaik menurut kita belum tentu menurut Allah, dan yang buruk menurut kita bisa jadi itu yang terbaik. Kebanyakan manusia hanya ingin yang enaknya saja dari aturan Allah.

Jik a sahabat sudah ada niat untuk menggunakan kerudung, sebaiknya laksanakan SEGERA, jangan di tunda, menunggu waktu yang tepat, menunggu hidayah, menunggu kalau sudah menikah, bukankah usia kita di dunia tidak bisa di tunda atau di STOP. Segera laksanakan niat baik, insyaAllah hasilnya akan baik. Kalau merasa hidup anda masih sulit, cobalah lepas rasa sulit anda untuk pakai kerudung, mungkin kewajiban yang belum tertunaikan inilah yang membuat hidup terasa sulit.

Tidak ada satu orang pun yang akan kecewa dengan anda jika anda memakai kerudung, kecuali SETAN bin iblis yang bisa jadi berwujud manusia.

Bagi kita yang sudah memakai kerudung, gunakan lah kerudung yang sesuai syari’i. Tidak perlu khawatir ketinggalan gaya. Jika sudah berkerudung syar’i semoga istiqomah dan bisa mengajak teman-teman yang lainnya.

Wallahualam bishshawab.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s