S.Si vs M.Irt (hehe)


Sebenernya ini adalah kejadian di dapur, antara seorang anak Sarjana Sains (eh nulisna kumaha yak? ga tau deh, nu penting S.Si) dan Master IRT.

Saya mau menulis resep bumbu masakan (maaf ya kalo dirasa kurang penting) tapi buat saya ini penting, jadi nanti kalau lupa tinggal lihat catatan disini. Tapi untuk kali ini saya menulisnya dalam bentuk cerita, biar seru, gak kaya sebelum-sebelumnya, to the point.

“Nak, ayo giling bumbu buat ungkep 1kg ayam yang mau di goreng dan 1 kg ayam yang mau di sate besok”, kata M.Irt (red. Bundaku sayang).

“Oke nda..(padahal baru aja beres nyuci, belum napas udah giling bumbu, cape deee)”, gumam S.Si (red. ini Saya)

“Nih jahenya, lengkuas (kalo disini bilangnya raja), kunyit, kemirinya, giling sampai halus.” M.Irt sambil mempersiapkan semuanya.

“Siap!” dengan peralatan tempur..haha.

“Pake garem donk nak..nanti kamu cape ga halus-halus”, komentar M.Irt

“Oooh,,hehehe iya lupa (pantesan -_-“)”

“Abis itu masukin 4 bawang putih yang gede-gede, giling sampe halus, nanti masukin ke ayamnya”, kata M.Irt sambil nyiapin 2 helai daun salem dan 1 batang daun sereh.

“Udah nihh..” kata S.Si dengan semangat!

“Ya sudah masukin aja ke kuali, aduk sampai rata, terus kasih air sedikit”, sedikit penjelasan M.Irt

“Airnya berapa banyak? dan sampe kayak bagaimana?” (kebiasaan di lab, semuanyaaa harus terukur dengan tepat) tanya S.Si

“Sedikit aja, nanti kan ayamnya ngeluarin air, kalau sudah matang nanti airnya sampai kering lagi”, penjelasan ala  M.Irt (kagak ada ilmiah-ilmiahnya banget).

S.Si nurut aja deeh.

M.Irt melanjutkan, “Sambil nunggu mateng, kamu cuci dulu ulekannya, terus giling lagi bawang putih 5 buah sama garem, jangan lupa dikasih pala sedikit aja, segini (sambil nunjukin)”.

Sambil ngulek bawang putih dan garem S.Si nanya, “Buat apa dikasih pala?”.

Dengan santainya M.Irt menjawab, “ya supaya enak lah, pake nanya lagi buat apa”.

Lagi-lagi S.Si mati kutu sambil menggumam dalam hati, “iya juga ya,,supaya enak lah”.

Kalau di kuliah dulu dosen selalu bertanya, metabolit sekunder apa yang ada di bumbu masakan samapai masakan terasa enak? waktu itu sih mikir di tanya itu, ada apa ya???

Ternyata pada prakteknya meskipun para M.Irt ga ngerti ada apa di dalam bumbu masakannya tetep aja enak masakannya, dan para bapak dosen tetep aja menikmati masakan para M.Irt. hahaha.

Kalo dipikir-pikir, buat yang suka ngulik dan neliti bisa juga tuh, nanti bikin bumbu masakan instan yang kandungannya sama seperti bumbu masak yang di buat sama M.Irt secara tradisional.

Tiba-tiba saja M.Irt dateng mengagetkan, dan memecah konsentrasi saya.

“Nah kalau sudah halus, lumurin deh daging ayamnya sama bumbu yang sudah di ulek, terus masukin 1 sendok makan saos tiram, dan 2 sendok macam kecap Inggris.”

Kali ini S.Si tidak banyak tanya untuk apa, jawabannya pasti SUPAYA ENAK.

Selesai deh..

Sekarang kita goreng ayamnya dengan tepung.

Yaa…seperti biasa ini mah, lumurin ayam yang udah diungkep dengan putih telor terus lumurin lagi tepung ayam yang disukai, goreng dehhh..

Makaaaann 😀

Besok kita bakar sate ayam..

You wanna try? see you tomorrow

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s